Sinergi pemkab humbahas dan TNI, 23 jembatan dibangun percepat konektivitas dan kesejahteraan masyarakat

Mediametrotapraya.news, humbahas– Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, S.H., M.H., secara langsung meninjau progres pembangunan jembatan beton permanen yang menghubungkan Desa Sampetua dan Desa Batu Nagodang Siatas, Kecamatan Onan Ganjang, pada Sabtu (25/7/2026). Peninjauan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai rencana, berkualitas, dan tepat sasaran.

Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari keseluruhan 23 unit jembatan yang sedang dikerjakan secara serentak di berbagai wilayah Humbang Hasundutan, hasil sinergi strategis antara Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kerja sama ini merupakan tindak lanjut usulan Pemkab Humbahas kepada Panglima Kodam I/Bukit Barisan, dengan tujuan utama memperkuat konektivitas antarwilayah, membuka akses terisolasi, serta mempercepat distribusi hasil pertanian, pelayanan pendidikan, dan kesehatan bagi masyarakat di pelosok desa.

Dalam arahannya di lokasi, Bupati menegaskan bahwa infrastruktur adalah urat nadi pembangunan yang berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup masyarakat. “Jembatan bukan sekadar bangunan beton dan besi, melainkan jembatan harapan yang menghubungkan warga dengan kemudahan ekonomi, pelayanan publik, dan masa depan yang lebih sejahtera. Setiap jembatan yang selesai dibangun adalah langkah nyata menghapus keterbatasan akses yang selama ini dirasakan saudara kita di desa,” tegas Bupati.

Jembatan penghubung Desa Sampetua–Batu Nagodang Siatas ini memiliki panjang 13 meter, dengan pengerjaan yang telah dimulai sejak 18 Juli 2026. Saat ini pekerjaan telah memasuki tahap penggalian pondasi dan perakitan rangka besi pondasi.

Selain lokasi tersebut, pembangunan jembatan beton Tahap V menunjukkan progres yang cukup signifikan pada Jembatan Aek Lung (Desa Aek Lung, Kecamatan Doloksanggul), disusul Jembatan Batu Hopit, Jembatan Aeknapa, Jembatan Sanggaran II, dan Jembatan Aek Maranti. Sementara itu untuk Jembatan Gantung Tahap V yang berada di Sungai Silempedung, Desa Sitanduk, Kecamatan Tarabintang dengan panjang 70 meter, pengerjaan dilakukan melalui semangat gotong royong bersama masyarakat setempat.

Pada Tahap VI, pembangunan berlanjut pada jembatan gantung di Dusun Sikual Kual, Kecamatan Parlilitan, serta jembatan beton di Dusun II Desa Pansurbatu (Kecamatan Pollung), Sungai Aek Sipoti, Sungai Silencang, dan sejumlah titik lainnya yang masih dalam tahap persiapan dan pembersihan lahan.

Seluruh proses pembangunan berjalan dengan kolaborasi erat antara satuan TNI terkait dan masyarakat setempat, meskipun kondisi cuaca tidak menentu—cerah pada pagi, gerimis siang, dan hujan sore—namun pekerjaan tetap dilaksanakan dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan berharap seluruh 23 jembatan ini dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan. Kehadiran jembatan-jembatan tersebut diharapkan dapat segera dimanfaatkan warga untuk memperlancar mobilitas, menaikkan nilai jual hasil bumi petani, serta mewujudkan pemerataan pembangunan yang nyata, adil, dan merata bagi seluruh masyarakat Humbang Hasundutan.

Sinergi Pemkab, TNI, dan masyarakat ini menjadi bukti bahwa persatuan dan kerja sama adalah kunci utama dalam mempercepat pembangunan daerah yang mandiri dan sejahtera.(@Hrp)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *