Berita  

Maruli Siahaan Ajak Naposo HKBP Sei Putih Jauhi Narkoba dan Perkuat Iman serta Integritas

MEDAN, 4 Juli 2026 – Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., mengajak generasi muda HKBP untuk menjauhi narkoba, judi daring, dan berbagai bentuk pergaulan negatif, serta membangun karakter yang beriman, berintegritas, dan peduli terhadap sesama.

Ajakan tersebut disampaikan Maruli saat menjadi narasumber dalam Seminar Pembinaan Naposo HKBP Sei Putih yang digelar di Gereja HKBP Sei Putih, Jalan Gatot Subroto, Gang Gereja, Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sabtu (4/7).

Kegiatan itu dihadiri Pendeta Resort HKBP Sei Putih Pdt. Alfrida Naibaho, S.Th., Pendeta Fungsional Pdt. Abed Nego Situmorang, serta Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Victor Silaen, S.E., M.M., yang bertindak sebagai moderator.

Dalam pemaparannya, Maruli menegaskan bahwa generasi muda gereja harus dipersiapkan menjadi pribadi yang memiliki iman yang kokoh, karakter yang baik, jiwa kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan semangat melayani berdasarkan nilai-nilai Kristiani.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi anak muda saat ini semakin kompleks, mulai dari penyalahgunaan teknologi, judi daring, pergaulan bebas, kekerasan, hingga penyalahgunaan narkoba.

“Narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan pendidikan, pekerjaan, hubungan keluarga, dan masa depan generasi muda. Karena itu, Naposo HKBP harus berani berkata tidak terhadap narkoba serta saling menjaga dan mengingatkan dalam pergaulan,” ujar Maruli.

Ia menekankan bahwa upaya pencegahan narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga, gereja, sekolah, masyarakat, dan komunitas pemuda dalam membangun benteng iman, pendidikan, serta menghadirkan kegiatan-kegiatan positif bagi generasi muda.

Selain itu, Maruli mengingatkan pentingnya memanfaatkan teknologi secara bijak. Menurutnya, media sosial harus menjadi sarana untuk belajar, berkarya, membangun jejaring, dan menyebarkan pesan-pesan positif.

“Naposo HKBP jangan hanya pintar menggunakan telepon seluler, tetapi juga harus bijak menggunakan pikiran dan hati. Jangan hanya mengejar sesuatu yang viral, tetapi kejarlah nilai, karakter, prestasi, dan manfaat bagi sesama,” tegasnya.

Seminar berlangsung interaktif melalui sesi dialog antara peserta dengan narasumber. Sejumlah pemuda menyampaikan aspirasi mengenai pentingnya pembinaan berkelanjutan, seperti pelatihan kepemimpinan, pengembangan keterampilan, pendampingan pendidikan dan karier, kegiatan olahraga, hingga pelayanan sosial sebagai upaya menjauhkan generasi muda dari narkoba dan pengaruh negatif.

Para peserta juga berharap adanya dukungan terhadap kegiatan kreatif dan produktif di lingkungan gereja agar Naposo memiliki ruang untuk mengembangkan potensi, membangun kepercayaan diri, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Sementara itu, sejumlah orang tua menyampaikan harapan agar terjalin sinergi antara keluarga, gereja, pemerintah, dan wakil rakyat dalam memperkuat edukasi bahaya narkoba, pendampingan keluarga, serta menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi muda.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Maruli menyatakan bahwa aspirasi dari pemuda maupun orang tua merupakan masukan berharga yang harus ditindaklanjuti melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Saya sangat mengapresiasi keterbukaan para pemuda dan orang tua. Aspirasi ini menunjukkan adanya kepedulian bersama terhadap masa depan generasi muda. Pembinaan tidak boleh berhenti pada satu seminar, tetapi harus menjadi gerakan yang berkelanjutan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Maruli juga menitipkan lima pesan kepada seluruh Naposo HKBP Sei Putih, yaitu menjaga iman, menghormati orang tua dan pelayan gereja, menjauhi narkoba, judi daring, kekerasan, dan pergaulan yang merusak, memanfaatkan teknologi untuk belajar dan berkarya, serta menjadi pemimpin muda yang rendah hati, berintegritas, dan peduli terhadap sesama.

Ia berharap seminar tersebut menjadi langkah awal lahirnya berbagai program pembinaan berkelanjutan, seperti komunitas belajar, gerakan antinarkoba dan antijudi daring, pelatihan keterampilan digital, diskusi pendidikan dan karier, hingga kegiatan olahraga dan kreativitas pemuda.

“Anak muda tidak perlu menunggu tua untuk menjadi berkat. Mulai sekarang, Naposo dapat menjadi terang di tengah keluarga, gereja, kampus, tempat kerja, lingkungan masyarakat, dan media sosial,” pungkasnya.

Seminar berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan menjadi wadah bersama bagi gereja, pemuda, serta orang tua untuk memperkuat komitmen membangun generasi muda yang beriman, sehat, berprestasi, dan bebas dari narkoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *