Viral! Anggota DPRD Humbahas Dari Partai NasDem Diduga Rendahkan Wartwan

Sebut "Oto" (bodoh)

Mediametrotapraya.news||HUMBANG HASUNDUTAN – Wajah wakil rakyat kembali menuai sorotan dan kritikan tajam dari berbagai elemen masyarakat. Dimana baru-baru ini viral di media online percakapan WhatsApp antara anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Humbang Hasundutan dan seorang wartawan yang cenderung mendowngreat “kehormatan” dewan sebagai perwakilan rakyat, yang seharusnya menjadi panutan dan acuan bagi masyarakat yang mewakilkannya duduk di kursi empuk.

Menurut sumber, kejadian bermula pada Senin, 20 April 2026 lalu. Beberapa awak media melakukan konfirmasi langsung di ruang rapat Komisi II dan mempertanyakan kenapa wartawan tidak pernah dilibatkan dalam rapat DPRD untuk peliputan. Namun, salah satu anggota DPRD menyebut, “kami tidak pernah melarang wartawan meliput, tetapi ada saat kalian datang pintu kalian lihat tertutup kami tidak tahu.” Ia juga menambahkan bahwa ke depan akan dilakukan koordinasi kepada anggota DPRD lainnya agar media dapat dilibatkan, meskipun untuk rapat internal media tidak diperkenankan.

Atas perlakuan yang didapat wartawan yang cenderung ada pembatasan dalam meliput rapat dewan, salah satu media kemudian menaikkan berita yang pada intinya menyoroti keterbukaan rapat di DPRD Humbang Hasundutan. Setelah berita tersebut terbit, link dikirimkan wartawan kepada Ketua Komisi II, Gerhana Tumanggor, S.Pd.K, dari Partai NasDem melalui WhatsApp.

Respon yang diberikan oleh Gerhana Tumanggor terbilang mengejutkan dan membalas dengan nada “gas”. Wartawan kemudian kembali menaikkan berita lanjutan sesuai jawaban atau komentar anggota DPRD tersebut, dan kembali mengirimkan link ke nomor WhatsApp yang bersangkutan.

Percakapan pun berlanjut dengan bahasa yang menuai kontroversi. Gerhana Tumanggor membalas, “naung rittik doho lae? Songoni dope kalasmu ba patut do” (yang udah gilanya kau? patutlah kelasmu kayak gitu). Wartawan kemudian bertanya, “izin pak dewan bahasa apa itu?” yang kemudian dijawab, “Allangi ma te i lae asa 2 (dua) Tem” (makanlah taik itu agar dua taikmu).

Percakapan terus berlanjut, ketika wartawan kembali bertanya, “boasa songoni bahasam pak dewan?” lalu dijawab, “Boha keberatan lae? Molo sor lae juppang hita” (apa keberatan kau? kalau tidak senang jumpa kita). Wartawan pun merespon, “lao juppang marhua juppang” (jumpa untuk apa?), yang kemudian dijawab oleh anggota dewan, “asa main jo hita” nga songonna pir ra lae (agar kita main, kayaknya sudah keras lae).

Wartawan kembali menanyakan, “Main marhua do Pak Dewan?” (main apa Pak Dewan?), dan kembali dijawab, “Otcopi ma te mi, tu au unang baen lae na aneh-aneh, nabiasa-biasa ima ate” (sedotlah taikmu itu, samaku jangan bikin yang aneh-aneh, yang biasa-biasa saja). Percakapan kemudian ditutup dengan respon wartawan, “ido ate Pak Dewan” (iya ya Pak Dewan).

Berbagai kalangan mengecam keras percakapan tersebut, termasuk dari organisasi pers dan pemerhati kebijakan publik. Mereka menyayangkan etika dan marwah seorang anggota dewan yang terkesan “kekanak-kanakan”, dimana seharusnya anggota DPRD yang terhormat menjaga marwahnya dalam memberikan tanggapan dan menggunakan bahasa kepada publik.

Pada Kamis, 23 April 2026, tim media ini telah mengajukan klarifikasi dan konfirmasi atas kegaduhan tersebut kepada Gerhana Tumanggor. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Kalangan media pun mendesak Dewan Kehormatan DPRD Humbang Hasundutan untuk segera mengambil sikap atas kegaduhan percakapan antara anggota DPRD versus wartawan tersebut, karena diduga telah mencederai etika dewan itu sendiri.(LS/Tim)

Sumber Poto : Google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *