Mediametrotapraya.news humbahas- Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan secara resmi membuka rangkaian Sinode Besar Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) ke-78. Kegiatan ini menjadi ajang pertemuan nasional rohani, sekaligus memperkuat sinergi antara gereja dan pemerintah daerah dalam pembinaan masyarakat serta pembangunan wilayah.
Acara dibuka oleh Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Dr. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), diawali pemukulan gong disaksikan Ketua GPI Rev. Dr. M.H. Siburian. Turut hadir Anggota Komisi X DPR RI Sabam Sinaga, Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan P. Nababan, SH, MH, Bupati Tapanuli Utara, Bupati Simalungun, Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, serta perwakilan berbagai elemen masyarakat dan peserta sinode.
Diselenggarakan pada Jumat, 3 Juli 2026. Sebelumnya pada Selasa, 23 Juni 2026, panitia sinode telah melakukan pertemuan persiapan dengan Bupati Humbahas di Bukit Inspirasi Doloksanggul.
Bertempat di Gedung Rajawali, Kota Pematangsiantar, Provinsi Sumatera Utara. Sinode Besar GPI mengusung tema “Mengambil Bagian Dalam Pertandingan, Menguasai Diri Untuk Mahkota Abadi” (1 Korintus 9:25) dengan subtema “Untuk Kompleksitas Global, Gereja Meningkatkan Pelayanan Spiritual dan Sosialnya”. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pelayanan rohani, mempererat persaudaraan lintas wilayah, serta menyelaraskan peran gereja dengan upaya pembangunan dan pemeliharaan kerukunan sosial.
Dalam sambutannya, Menko AHY menyapa para peserta dan secara khusus menyebut nama Bupati Humbahas. Saat Bupati berdiri dan memberi salam hormat, AHY menjelaskan bahwa keduanya adalah rekan seangkatan yang pernah bertugas bersama di Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), momen yang disambut hangat dan tepuk tangan hadirin.
Kehadiran Bupati Humbahas merupakan wujud nyata dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan yang berperan vital menjaga persatuan dan karakter masyarakat. Ia berharap sinode menghasilkan keputusan strategis yang memperkuat pelayanan gereja sekaligus sinergi dengan pemerintah demi mewujudkan kehidupan masyarakat Humbang Hasundutan dan Sumatera Utara yang damai, harmonis, dan sejahtera.(@Hrp)













