Diduga Tidak Pernah Menjadi Honor, Menang PPPK Tahun 2023 “Periksa P3K 2023/2024”

Inspektorat Diminta Periksa P3K Angkatan 2023/2024

Mediametrotapraya.news

Tapanuli Utara,23/10/2025

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) kini menjadi sorotan. Hal itu ditenggarai adanya P3K yang diduga tidak pernah menjadi Honorer di Pemkab Taput tetapi bisa menjadi Guru P3K. Ironisnya ketika ada pengurangan P3K beberapa waktu lalu Oknum tersebut tidak termasuk. Ini menjadi polemik dikalangan masyarakat terlebih mereka yang sudah berpuluh tahun menjadi Tenaga Honorer tetapi tidak diangkat P3K.

Info dari warga Desa di Kecamatan Siborong-borong yang tidak ingin namanya disebut, adanya seorang P3K sebagai Tenaga pengajar yang sekarang mengajar di salah satu SDN di Kecamatan Adiankoting diduga tidak pernah menjadi Honorer di Pemkab Tapanuli Utara. Kasus tersebut sudah dilakukan konfirmasi ke Dinas terkait pada Senin,04/08/2025. Jawaban Dinas tersebut menyebutkan Guru P3K yang berinisial JMS pernah menjadi Guru Honorer di KB Talikum Siborong-borong. “Yang bersangkutan sesuai Dapodik JMS pernah honorer di KB Talikum tahun 2019, tapi kami akan cek dulu, Sebut Sekretaris Dispen Taput Betty Sitorus melalui Jaringan WhatsApp.

Lanjut, ketika awak media mempertanyakan Alamat KB Talikum tempat JMS sebagai Honorer belum ada jawaban dari pihak Dinpen, lalu mengarahkan Kru media ini Komfirmasi ke Dinas BKDSDM Taput. “Silakan bapak konfirmasi lanjutan ke Dinas BKDSDM Pak, Ujar Betty.

Untuk menindaklanjuti Hal diatas, Kru Media ini kembali mengonfirmasi Dinas BKDSDM Taput Pak Jenri Simajuntak untuk mempertanyakan Perekrutan P3K pada Tahun 2023. Hal itu dianggap perlu sebagai edukasi dan informasi ke Masyarakat dan juga untuk keberimbangan pemberitaan. Pihak BKDSDM Taput akan mencari dan melihat data atas inisial JMS tersebut, untuk memastikan perekrutan JMS sesuai prosedural. “Kami akan cek dulu Pak, Ujar Jenri melalui jaringan WhatsApp.

Masyarakat dan Beberapa Oknum Honorer yang tidak kunjung menjadi P3K padahal lamanya mereka menjadi Honorer bervariasi, ada yang 12 tahun, 10 tahun, 8 tahun, 5 tahun dan lainnya menjadi komplin. Kenapa mereka menjadi tersingkir? Apakah mereka tidak memenuhi syarat?. Seperti pengakuan AS, dianya sudah 10 kurang lebih menjadi tenaga Honorer di kabupaten Tapanuli Utara, tetapi arah ke pengangkatan P3K pun tidak ada. Malah mereka yang dirumahkan. “Gak usah PNS lah, jadi P3K pun gada Uap, sebut AS kepada Media ini pada Selasa, 05/08/2025. Kami sangat kecewa atas kejadian ini, dimana Mereka yang tidak pernah honor yang diangkat jadi P3K, pungkasnya dan ditimpali rekan senasib dengan AS.

Kejadian ini tidak lepas dari Rezim masa lalu, menurut Sekretaris DPC SPRI Taput Tapanuli Utara Bangun MT Manalu ini akibat ketidakprofesionalan rezim yang lalu, karena Pemerintah yang lalu mengangkat Honorer secara “Ugal-ugalan” tanpa memikirkan efek Domino yang ditimbulkan. “Kejadian ini imbas dari yang lalu, kalaulah Pengangkatan Honorer P3K terstruktur dengan baik tentu tidak begini jadinya, Tutur Bangun. Kita sangat menyayangkan kejadian ini jika hal itu benar, kita berharap Bupati Tapanuli Utara bijaksana dalam memecahkan benang kusut ini, agar benang merahnya bisa didapatkan dan bisa diatasi dengan Baik, sebutnya. Dia juga meminta Pihak BKDSDM Taput segera membuka Data para P3K angkatan 2023 dan 2024 Pertengahan dibuka ke Publik, agar siapa yang diduga Curang diambil tindakan tegas agar Honorer yang sudah Puluhan Tahun merasa nyaman dan terwakilkan, Pungkasnya.

Hal polemik ini diharapkan diambil alih Bapak Bupati dan Wakil Bupati, agar masyarakat bisa tenang dan tentram. Dan menindaklanjuti suara masyarakat secara adil dan terbuka. Pihak Inspektorat diminta juga jeli dalam menyikapi Permasalahan dalam pengangkatan P3K tahun 2023 dan 2024 pertengahan.

Informasi, sampai Berita ini di relas ke meja redaksi, Crew media ini masih mencoba Konfirmasi ke JMS. Dan tindak lanjut informasi ini akan mencari data dan fakta terkait masih banyaknya P3K dengan Kasus serupa di Tapanuli Utara yang masih eksis mengajar sampai detik ini.

Sampai berita ini di kirim ke redaksi, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Taput Bontor Hutasoit belum memberikan tanggapan.
(Red)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *